Dalam Al Quran, kata syahr yang memiliki arti ‘bulan’, disebutkan 12 kali. Ini sesuai dengan 12 bulan dalam I tahun. Sedangkan kata yaum yang berarti ‘hari’, disebutkan 365 kali. Ini juga sesuai dengan 1 tahun rata-rata 365 hari. Tapi kata sanah yang berarti ‘tahun’, disebutkan 19 kali! Apa maksudnya?

Dalam ilmu astronomi, angka 19 atau 19 tahun adalah satu periode dimana posisi relatif bumi dan bulan kembali ke posisi semula secara berulang setelah 19 tahun kemudian. Siklus ini ditemukan oleh Meton orang Yunani dan disebut metonic cycle.

“Jika sekarang tanggal 20 Maret tahun 2000 (walaupun yang kita tahu sekarang itu bulan oktober tahun 2007), dan bulan purnama terlihat pada posisi dekat bintang Virgo, kapan kita dapat melihat bulan purnama pada posisi yang sama?”

“Jawabnya bukan bulan depan atau tahun depan, tetapi tanggal 20 Maret tahun 2019, 19 tahun kemudian.”

Mengapa 19 tahun? Karena fase Tahun matahari dan Tahun Bulan akan bertemu tepat pada siklus yang ke-19, dimana 235 bulan Kalender Bulan sama dengan siklus 19 tahun berdasarkan Kalender Matahari. (29,3 hari x 235 ≈ 365,24 hari x 19). Meton dari Athena pada tahun 440SM mengetahui bahwa 235 bulan berdasarkan Kalender Bulan sama dengan 19 tahun Kalender Matahari. Oleh karena itu, siklus ini dikenal dengan siklus Meton, dan merupakan basis perhitungan kalender di Yunani sampai Kalender Julius Caesar diperkenalkan pada tahun 46SM. Bagi kaum Muslim, menggunakan Kalender Bulan karena sesuai dengan kebutuhan untuk perhitungan bulan Ramadhan, bulan Haji, dan peristiwa-peristiwa islam lainnya. Namun sebelumnya, Kalender Bulan ini dipergunakan juga oleh kaum Yahudi, bangsa Babilonia, dan Cina.

Dengan demikian, jumlah penyebutan kata-kata tertentu dalam Al-Quran mempunyai makna yang sangat dalam, dan baru dapat diketahui oleh pembaca jika ia mempunyai pengetahuan dan sains yang cukup luas.

Diambil dari: “Matematika Alam Semesta”