Bagaimana Memanfaatkan Waktu Kita ?

Mengapa sebuah proyek terlambat diselesaikan? Mengapai target tidak tercapai? Mengapa deadline tak terkejar? Semua ini tidak terjadi begitu saja, atau secara tiba-tiba, tetapi akibat tumpukan waktu yang tidak dikelola dengan bijak. Lalu mengapa kita perlu mengelola waktu dengan bijak? Bagaimana cara mengelola waktu dengan bijak? Dapatkan jawabannya dengan menyimak yang berikut.

Mengapa Perlu Memanfaatkan Waktu?
Banyak alasan yang perlu dipertimbangkan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak.

Waktu adalah uang–>

Karena terlambat datang ke sebuah wawancara, Nani kehilangan pekerjaan yang potensial memberikannya penghasilan 30% di atas penghasilannya sekarang. Karena tidak dapat memenuhi waktu penyelesaian sebuah proyek yang telah disetujui bersama dengan pihak pemberi proyek, perusahaan Pak Budi didenda US$ 5,000 setiap harinya.
Kebiasaan Maya yang sering terlambat dalam banyak hal (datang terlambat, menyerahkan tugas dan laporan juga terlambat), Maya kehilangan kesempatan untuk mendapat promosi dengan tanggung jawab yang lebih besar serta gaji dan tunjangan jabatan yang lebih besar pula. Seandainya saja mereka bisa mengelola waktu dengan lebih bijak, maka pasti banyak kesempatan emas yang bisa mereka raih. Bagaimana dengan Anda?

Waktu tak akan kembali

Berikut adalah sebuah ilustrasi menarik, diterima penulis dalam sebuah email. Coba bayangkan Anda setiap hari menerima uang sebesar US$ 86.400 di rekening bank Anda yang bisa Anda tarik sebagian, atau semuanya. Syaratnya hanya satu: jika uang ini tidak Anda manfaatkan pada hari yang sama, uang itu akan hangus, namun keesokan harinya Anda akan menerima sejumlah yang sama. Begitu seterusnya.
Nah, apa yang akan Anda lakukan dengan uang sebesar US$ 86.400 setiap harinya? Apakah Anda akan memanfaatkan sebagian saja atau seluruhnya? Tanpa harus berpikir lama, kemungkinan besar Anda akan menjawab bahwa Anda akan memanfaatkan seluruhnya, karena jika tidak, uang ini akan hangus.
Nah, ternyata sifat hangus ini juga berlaku bagi waktu. Waktu yang kita terima adalah anugerah yang nilainya lebih besar dari uang. Anugerah ini tidak bisa disimpan dan akan hangus jika kita tidak memanfaatkannya dengan baik. Waktu yang telah lalu, tak akan kembali. Lalu, apa keputusan Anda?
Bagaimana Memanfaatkan Waktu?
Mungkin sekarang Anda sudah bisa diyakinkan bahwa waktu perlu dikelola dengan bijak. Tetapi, bagaimana caranya? Anda bisa belajar dari beberapa pelaku bisnis berikut yang telah berhasil mengelola waktu mereka dengan bijak.

Fokus pada kekuatan

Lucio A Noto, mantan CEO Mobil, salah satu perusahaan minyak terbesar dunia, menerapkan strategi untuk fokus pada kekuatan. “Do what you do best, let others take care of the rest,” demikian motto sang CEO.
Menurut Lucio, dengan cara ini banyak waktu yang dapat dihemat dan dialokasikan untuk melakukan hal-hal yang lebih penting atau lebih memiliki nilai tambah bagi usaha yang ditekuni. Misalnya, untuk tampil unggul, Mobil, yang memiliki kekuatan di industri perminyakan, memfokuskan seluruh waktu, energi, dan sumber daya untuk membangun kekuatannya tersebut, sedangkan bidang-bidang lain yang bukan merupakan kekuatan dipangkas dan bidang yang sifatnya menunjang diserahkan pada pihak lain untuk mengelolanya.
Hasilnya, Mobil mampu memfokuskan strateginya untuk mempertahankan keunggulannya dan berhasil meningkatkan pendapatan bersihnya secara signifikan dari US$ 3 miliar menjadi US$ 12 miliar menjelang abad ke-21.

Buat daftar

Sebagai seorang pelaku bisnis yang memiliki dan mengelola berbagai usaha makanan, William E Heinecke, sangat mengandalkan daftar hal-hal yang harus dikerjakan (things to do) dan orang-orang yang harus dihubunginya (people to call).
Tiap hari ia membuat daftar Things to do dan People to call. Daftar ini disusun berdasarkan skala kepentingan. Pada akhir hari, beberapa saat sebelum pulang, ia melihat kembali daftar yang dibuatnya tersebut.
Di sisa hari ia mencoba menyelesaikan apa yang belum terselesaikan. Dalam perjalanan pulang dari kantor pun ia memanfaatkan waktunya menelepon orang-orang yang belum sempat diteleponnya. Dengan daftar ini, ia merasa lebih memiliki kendali terhadap waktu dan hasil yang diharapkannya.

Ingat tujuan

Jika Heinecke mengandalkan daftar, lain lagi dengan Bill Gates, Kaisar yang membidani Microsoft. Teknik mengelola waktu dengan bijak yang digunakan oleh Bill Gates adalah mengaitkan waktu dengan Tujuan.
Bill Gates membuat daftar tujuan yang akan dicapainya. Tujuan ini dijadikannya acuan ketika memimpin rapat. Jika ada pembicaraan yang melenceng dari tujuan, pembicaraan tersebut bisa dialihkan kembali ke arah yang telah disepakati bersama.
Dengan demikian rapat yang mengacu pada tujuan tersebut bisa diadakan dalam waktu yang lebih sedkit dengan hasil yang lebih baik (singkat namun berbobot).

Menyisihkan waktu belajar

Jeffrey J Fox, penulis buku How to Become CEO, mengusulkan agar tiap orang secara rutin menyisihkan waktu untuk meningkatkan diri. Waktu yang dipilih bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain.
Bagi yang merasa lebih produktif pagi hari, bisa menyisihkan satu jam di pagi hari untuk “belajar”, misalnya, waktu perjalanan dari rumah ke kantor (jika Anda naik kendaraan umum, atau jika Anda dibantu oleh supir pribadi).
Sebaliknya, jika waktu produktif Anda adalah malam hari, Anda bisa menyisihkan waktu malam hari Anda untuk “belajar”. Belajar disini tidak harus dilakukan di kelas. Belajar bisa dilakukan dengan berdiskusi dengan orang lain, belajar “di internet”, membaca buku, koran, majalah, ataupun mendengarkan kaset-kaset pengembangan diri. Belajar merupakan upaya “mengisi bensin” bagi pikiran Anda agar Anda bisa terus melaju tanpa hambatan.

KISS

Keep it Simple and Sound (KISS). Ini merupakan strategi yang diterapkan oleh Chuck Knight, CEO Emerson Electric. Menurut Chuck, dengan menerapkan strategi ini, segala sesuatu (termasuk tugas yang rumit sekalipun) pasti bisa diselesaikan dalam waktu yang telah disepakati bersama.
Caranya: Buat perencanaan. Dengan membuat rencana, setengah dari sukses sudah bisa diraih. Dalam membuat rencana, kita bisa mengidentifikasi tugas-tugas rumit dan memecahkannya menjadi tugas-tugas yang lebih sederhana.
Dalam perencanaan, kita bisa memperkirakan waktu yang diperlukan, mengantisipasi kesulitan, dan menyiapkan strategi untuk mengatasi kesulitan tersebut sebelum kesulitan tersebut berubah menjadi masalah.

Lihat ke depan

Seperti seorang kapten kapal yang senantiasa harus melihat ke depan ketika mengemudikan kapalnya, demikian pula dengan seorang pemimpin bisnis. Menurut Bob Eaton dari DaimlerChrysler, seorang pemimpin bisnis harus mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk melihat ke depan (memanfaatkan kekuatan visi), sehingga ia bisa melihat ke arah mana bisnisnya akan melaju.

Dengan demikian akan lebih mudah baginya untuk memberikan inspirasi kepada anak buah untuk mendayung ke arah yang sama. Dengan melihat ke depan ia juga bisa melihat batu-batu halangan yang menghadang di perjalanan menuju masa depan, sehingga ia dapat mengambil keputusan untuk memutar kemudi guna menghindari penghalang tersebut.
Pemanfaatan waktu pada dasarnya adalah sebuah kebiasaan. Upaya mengelola waktu dengan bijak merupakan upaya membangun kebiasaan untuk memanfaatkan waktu dengan bijak. Kuncinya adalah disipilin diri. Sebagai tahap awal, coba tuliskan dari jam ke jam apa saja yang biasa Anda lakukan, lalu identifikasi “kebocoran” waktu yang terjadi. Dari sini Anda bisa memulai dan memilih strategi pengelolaan waktu yang paling tepat untuk kondisi Anda. Nah, bagaimana? Tidak terlalu susah, bukan?
Selamat mencoba!

5 Comments:

  • terima kasih…telah mengingatkan saya tentang waktu.
    sukses ya!!

  • Waktu tidak akan kembali. Saya mengucapkan terima kasih,karena artikel ini telah mengingatkan saya bahwa waktu itu tidak akan pernah kembali dalam hidup kita. Pantesan orang diluar sana lebih sukses dari orang orang kita.

  • wow! luar biasa! hhe.. jd inget Quran surat al-‘Asr,,

  • Bhejo

    Assalammualaikum..
    terima kasih atas motivasinya..
    semoga kalian mendapat balasan darinNYA..AMIN

    Dengan menundukkan kepalaku ku ingin kalian memberikan solusi untuk diriku juga..
    Diriku sangat sulit mengatur waktu setiap harinya sehingga tidak terasa hari demi hari berlangsung begitu cepat.. rasanya aku bingung dengan diriku yang merasa terbelakang dari orang lain.
    karena aku sudah mencoba untuk mengikuti jejak orang pintar tetapi tetap saja waktuku telah terkurung oleh penyakit rohaniku ( rasa malas n kurang disiplin) .Aku ingin sekali mengubah hidupku untuk menjadi bermanfaat di esok hari. Tapi niatanku tidak sesuai dengan kehendak tubuhku yang terasa lemas ketika sedang menjalankannya, belum lagi beberapa minggu lagi aku menghadapi ujian SMPTN tapi diriku belum mempunyai bekal karena telah kalah berlari dengan waktu yang sudah beribu-ribu kilometer jauhnya. Rasannya waktu ini sulit dikendalikan dengan niat yang begitu besar pasti niatanku sebelumnya tak sesuai dengan apa yang sekarang sedang aku jalankan..
    mungkin kalian semua bisa memberikan solusi yang terbaik..
    dengan berharap, aku mohon bantuannya..
    terima kasih atas perhatiannya..
    wassalammualaikum.

  • taufik (untuk sahabat Bhejo)

    buat Sahabat Bhejo, Wa’alaikumsalamwrwb.
    sy coba membantu sdikit, mudah2an bermanfaat,
    untuk metode memanfaatkan waktu, sy kira tulisan diatas sudah cukup bagus, nah skr permasalahannya adalah terletak di ‘attitude’ dalam diri. Ketika sudah membuat NIAT dan PLAN, maka tahap selanjutnya adalah ACTION!, (atau kl dlm bahasa manajemen PDCA=Plan Do Check Action).
    dari permasalahan diatas sy dapat ambil bbrp point:
    -sulit mengatur waktu –> buat PLAN, ingat smua org mempunyai jatah waktu yg sama, jd manfaatkan sebaik2nya..waktu tidak akan kembali
    -merasa terbelakang?jgn merasa sperti itu, setiap org mempunyai kelebihan masing2, fokus pd kekuatan.
    -terkurung oleh penyakit rohani?rasa malas dan krg disiplin mmg sudah masalah klasik, untuk menghilangkannya harus punya keinginan kuat, masa depan ditentukan usaha kita skr,
    -niat sudah ada, tp tubuh terasa lemas, niat ada sudah bagus, tinggal dimanajement, tubuh terasa lemas krn kurang semangat, atau karena kurang terpenuhi hak2 tubuh, untk isitirahat cukup, gizi terpenuhi, cukup olahraga,
    -kalah berlari? tidak ada kata terlambat, mulailah sekarang jg, SMPTN tetap akan ada, apa kita yg diam atau malah mundur? ga kan..iktiarkan dulu semaksimal mnkn, itu tugas kita, slanjutnya berdo’a dan bertawakkal, karena Allahlah yang menentukan, kita tidak tau apa yg akan terjadi di masa depan.
    Selamat berjuang ya sahabat, solusi ini buat diri sendiri jg, buat diingatkan🙂.

    tambahan, diri kita terdiri dari jasad(tubuh), jiwa(nafs), dan Ruh..
    rasa malas timbul dari jasad, jiwa yg kotor, hawa nafsu,syahwat (internal), syetan(eksternal), ya masuk ke alam ‘Shadr’ kita, selain malas jg rasa negatif yg lainnya, iri, sombong dsb, kita selain punya otak(akal jasad) juga punya akal hati, mnkn bnyk org yg pintar otaknya, tp tidak dgn hatinya..
    Rosululloh pernah ditanya org yg paling cerdas, org yg cerdas adalah adalah yg paling siap mempersiapkan bekal ke kehidupan selanjutnya..(msh pnjg ya kl dijelaskan smuanya:)

    itu dulu mungkin ya, kl ada pertanyaan lag silahkan..
    mudah2an bermanfaat.
    Wassalamu’alaykumWr.Wb.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: