Gedung pencakar langit merupakan kebanggan abad ke-21. namun bangunan megah ini memunculkan satu masalah baru yang memeras otak para arsitek dan insinyur, yakni bagaimana menjaga bagian luar gedung tinggi agar tetap bersih.

Banyak perusahaan di seluruh dunia melakukan penelitian dan mencoba mencari jalan keluar permasalahan ini. Ternyata, jawaban itu tak datang dari laboratorium dan teknologi, tapi dari tempat yang sangat akrab: alam.

Bunga teratai yang dikenal sebagai lili putih tumbuh di lingkungan kotor berlumpur. Meskipun begitu, daunnya selalu bersih. Ada butiran debu pada permukaan teratai ini. Namun bunga ini menghilangkan dengan cara yang paling menarik. Teratai mengalirkan tetesan air hujan pada permukaan daunnya ke arah butiran debu. Tetesan air hujan menghimpun seluruh debu, membawanya mengalir ke bawah dan jatuh ke permukaan tanah. Akhirnya, daun pun kembali bersih tanpa noda. Inilah mengapa teratai selalu tetap bersih.

Sifat teratai ini, kini digunakan dalam perancangan bagian luar gedung. Sebuah perusahaan ISPO, bahkan membuat bahan pelapis luar yang disebut Lotusan (“Lotus” berarti “teratai”). Perbedaan antara dua permukaan yang dilapisi dan yang tidak dilapisi Lotusan dapat dilihat jelas. Permukaan yang dilapisi Lotusan mampu membersihkan permukaannya sendiri dengan tetesan air hujan, persis seperti teratai.

Begitulah, tumbuhan memberikan pemecahan masalah yang tidak mampu dilakukan oleh arsitek, insinyur dan perusahaan terkemuka penghasil bahan. Untuk memecahkan masalah ini, tumbuhan perlu menguasai ilmu fisika, kimia, biologi molekuler dan rancangan industri. Namun teratai tidak memiliki mata, telinga ataupun otak. Kenyataan bahwa teratai memiliki perangkat khusus sehingga mampu membersihkan bagian luarnya dengan cara ini, adalah bukti bahwa kecerdasan yang mengungguli manusialah yang telah membuatnya. Dengan kata lain, Allah-lah yang telah menciptakannya. Inilah cara Allah mengungkapkan bahwa terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya pada tumbuhan di alam, bagi orang-orang yang memahami:

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuhan-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami kelurkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

(QS. Al An’am, 6:99)

Sumber: insight Edisi 9/ tahun ke-1/ 2004