pic_07111pic_07101

walau hanya setetes, rasanya sayang kalau air dibuang begitu aja. apa lagi kalau kerannya masih terbuka agak lebar (lebih2 kalau full).

bener2 miris juga lihatnya kalau wudhu’ air kerannya dibuka gede2. karna:

* yang pertama, mubadzir, banyak banget air yang kebuang

*kedua, walaupun airnya besar, tapi kalau kita belum memperhatikan daerah-daerah yang diharuskan untuk dibasuh/diusapnnya (masih belum keseluruhan/ baru sebagian yang dibasuh/diusap), berarti sama-sama belum sah kan? sering loh yg membuka keran lebar-lebar untuk berwudhu’ tapi airnya cuman dicolek-colek.. banyak sekali air yang terbuang ya? /:) “wah iya nih, jujur, kadang saya juga kayak gitu kalau di akhir2 wudhu’, ingin cepet2 selesai. tapi ujung2nya malah jadi asal guyur. astaghfirullaah.. mudah2an gak diulang lagi. amiin” ungkap seorang pelajar putih abu ini. bagaimana dengan kita ya?🙂

* yang ketiga dan yang terpenting, Allah Ta’ala yang berpesan kok untuk g berlaku berlebihan juga yang lebih khusus lagi ada hadits dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam untuk berlaku hemat (sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan) dalam berwudhu’ sekalipun kita berwudhu’ di sungai (yang banyak airnya*red). tapi hematnya tetap sesuai syariah ya, biar sah dan diterima sama Allah Ta’ala, insya Allah🙂


NB: “hemat” TIDAK SAMA DENGAN “pelit” lho..

PS: kalau menemukan keran yang masih terbuka padahal bak udah penuh atau gak lagi dipakai, tutup aja karna Allah Ta’ala, insya Allah malaikat selalu siap mencatat disisimu🙂 (insya Allah kita berusaha sama2 ya)

wallaahu ‘alam bishawab

ditunggu kritik dan sarannya ya

jazakumullaah khairan katsira