Kata Siapa? Redaksi..

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, Ya Allah…

Dengan segenap penantian dan harap, kami akhirnya mampu untuk, sekali lagi menerbitkan buletin Al-Banna. Dalam konteks pemikiran yang luas, akhirnya kami memberi tema buletin kali ini, Hujan. Sempat bingung dengan pilihan kami, beberapa teman memperlihatkan ekspresi yang sama setiap kali mereka bertanya. Ekspresi yang kalau diartikan ke dalam bahasa verbal seperti, ‘Hujan? Emang isinya bakalan gimana gitu?’ (Hayoo.. ngaku?? Hehe).

Untuk kesekian kalinya redaksi ingin meminta kritik dan saran dari pembaca karena masih banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki. Ke alamat ini: alikhlas_dkm@yahoo.com atau ketik sms ke: 02276554522 atau hubungi: redaksi Al-Banna.

Sebelum menutup salam, redaksi ingin mengucapkan Marhaban ‘Yaa Musim Hujan’. Selamat datang Musim Hujan! Semoga hari-hari yang kita lewati dimusim ini, adalah hari-hari yang penuh dengan berkah dan rahmat-Nya. Amiin..

Wassalamu’alaikum

Kolom Hadist

· Dzikir kepada Allah, “Maukah kalian aku beritahu tentang suatu perbuatan yang terbaik bagimu, tersuci bagi Tuhanmu, tertinggi dalam derajatmu, lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak serta lebih mulia daripada peperangan dengan musuhmu?” Mereka menjawab: “Tentu kami mau.” Beliau meneruskan: “Yaitu dzikrullah.” (HR. At Tirmidzi : 3347)

· Amar ma’ruf nahi mungkar, “Barangsiapa melihat kemungkaran hendaknya dia mengubah-nya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya dan apabila tidak mampu juga, maka dengan hatinya, yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim : 49)

· Cinta karena Allah, “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari Kiamat: Manakah hambaKu yang saling mencintai karena keagunganKu, hari ini Aku menaunginya dalam naunganKu pada hari yang tiada naungan kecuali naunganKu.” (HR. Muslim : 2566)

Rain…

“After the rain, Rainbow will rise”

Hujan adalah satu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagaimana tidak? Kita tinggal di sebuah negara yang setengah tahunnya adalah musim hujan.

Saya yakin semua orang memiliki persepsi berbeda tentang hujan. Ada yang menganggapnya berkah atau bahkan kesialan. Di ruang yang terbatas ini (hmm), ada beberapa hal di balik hujan yang mungkin telah kita ketahui, namun sering terlupa. Hal-hal kecil memang mudah untuk terlupakan ya.. Hehe.

Tahukah kamu?

Air di dunia ini jumlahnya tetap, dan tidak pernah berubah. Air hanya mengalami perubahan bentuk, warna, dan tempat. Hujanlah yang (atas perintah-Nya) melakukan siklus itu. Tidak benar kalau air semakin sedikit. Yang benar adalah kalau air bersih semakin berkurang. Hujan yang kadang kita cela-lah yang mengubah air kotor menjadi air bersih yang akhirnya dapat kita pergunakan.

Tahukah kamu?

Saat hujan adalah saat-saat do’a kita diijabah oleh Allah. Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda.

“Artinya: Dua do’a yang tidak pernah ditolak; do’a pada waktu adzan dan do’a pada waktu kehujanan”. [Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oelh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].

Imam Nawawi berkata bahwa penyebab do’a pada waktu kehujanan tidak ditolaK atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat Allah, khususnya curahan hujan pertama di awal musim.


Tahukah kamu?

Bahwa hujan membawa berkah dan rahmat untuk semua orang walaupun tidak dirasakan langsung oleh kita. Saat kita makan nasi, hujanlah yang membuat padi itu tidak layu, sehingga bulir padinya bisa dijadikan nasi, dan akhirnya dapat kita santap. Bukalah mushafmu. Dalam Q.S Al-Furqon ayat 48-50, Allah SWT. berfirman:

“Dan Dia-lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersi). Agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak. Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari nikmat.” (Q.S Al-Furqan: 48-50)

Bersyukurlah bagi kita yang setiap tahunnya, dalam setengah tahun ini mendapatkan musim hujan. Sungguh negeri ini begitu penuh dengan rahmat Allah. Amiin…


Tahukah kamu?

Pelangi yang terlihat indah selepas hujan, tak lepas dari keterlibatan hujan. Air hujanlah yang membiaskan sinar matahari menjadi ke dalam berbagai warna.


Tahukah kamu?

Hujan mengandung makna yang tidak sedikit. Seperti yang telah digambarkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid ayat 20. Allah SWT. berfirman:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta dalam berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanaman-nya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan di dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (Q.S Al-Hadid: 20)

Subhanallah ya. Hujan bermakna filosofis yang dalam. Kita jadi mendapat pelajaran dari retorika yang digambarkan oleh Allah dalam ayat tersebut.

Tahukah kamu?

Hujan mengajarkan kita sebuah arti hidup. Kata-kata dibawah judul, adalah salah satu kata mutiara tentang hujan. “After the rain, rainbow will rise”. Pada konteks kalimat itu hujan maksudnya adalah masalah, dan pelangi adalah kebahagiaan. Setelah ada masalah, datang kebahagiaan. Malah masalah-lah yang membuat kebahagiaan itu lebih berarti bagi kita.

Subhanallah. Hal terkecil yang mudah dilupakan kadang teramat berarti. Semuanya adalah atas kehendak-Nya. Maka ingatlah selalu kepada-Nya.

Wallahualam bish Shawwab… (Penulis: Hilda Choirunnisa XI IPA 1)


…Tips-Tips…

Tips2 buat Mencegah Penyakit Musim Penghujan: ‘Mencegah Flu’.

1. Cuci tangan.

Sebagian virus flu menyebar lewat kontak langsung jadi usahakan untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan air hangat.

2. Jangan menyentuh muka.

Biasanya virus flu masuk melalui mata, hidung, atau mulut. Jadi, usahakan jangan terlalu sering menyentuh muka.

3. Konsumsi makanan mengandung Phytichemical

Phytochemical adalah bahan kimia alami yang terdapat pada tumbuhan sebagai pemberi vitamin pada makanan. Zat jenis itu banyak terdapat pada buah dan sayuran segar berwarna hijau, merah dan kuning gelap. Usahakan banyak mengonsumsi ini!

4. Minum banyak air putih

Air putih berfungsi mengangkat racun-racun yang ada dalam tubuh. Tubuh membutuhkan 8 gelas air per harinya. Jadi… bagi yang kurang minum, Usahakan untuk banyak minum air putih.

5. Selalu sediakan jaket atau payung bila hendak berpergian.

Semoga bermanfaat ^^…

DKM Al-Ikhlas SMAN 2 Bandung

DKM bukan eksklusif. DKM bukan alternatif. DKM ingin mendunia, membumi seperti kalian. Sayangnya… kalian nggak tahu sih…

‘Ada apa di DKM? Kegiatannya apa aja sih? Ngaji, Tadarus, Shalat, diem di Masjid?’ Masya Allah. Nggak itu aja! Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang men-support kamu biar lebih detail lagi menjalankan perintah Allah SWT. Terlebih lagi sebagai khalifah.

Wahai kakak kelas XII dan teman-temanku kelas XI, masih inget nggak pelajaran Agama yang dibawain Ibu ‘Ai Rostini—bagi yang diajar sama beliau— yang membahas surat Al-Baqarah ayat 30, mengenai peranan manusia sebagai khalifah?

Isinya tertera jelas, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…’” dst.

Kesimpulannya kita adalah khalifah…

‘Khalifah itu apa sih?’ Pendeknya, Khalifah adalah PEMIMPIN. Yup. Pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi masyarakat, bahkan pemimpin bagi dunia.

Nah, khalifah juga nggak sembarang khalifah dong. Kita perlu khalifah yang benar-benar tangguh. Nggak kenal lelah berdakwah. Dan nggak berputus asa dari Rahmat Allah. Demi amar makruf nahyi mungkar. Pokoknya selalu berjuang!!! Khalifah yang seperti inilah yang akan dibangun di DKM. Amiin.

Untuk menunjang kegiatan dakwah dan penanaman pribadi yang unggul (khalifah), DKM telah mengadakan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat, Insya Allah dunia akhirat.

Kegiatan-kegiatannya akan dirincikan sebagai berikut:

1. Mentoring. Kita diwajibkan untuk menuntut ilmu agama. Kita bersama-sama membahas kajian Islam, bersama teteh-teteh atau akang-akang alumni DKM. Biasanya ada 10 orang dalam satu kelompok mentoring. Pokonya seru banget! Kita bisa sharing. Kita bisa sambil jalan-jalan (tentunya nggak ke Mall yaa). Kita bisa dapet teman baru. Kita bisa nanya PR ke teteh atau akang pembina mentoring. Hihi..

2. BBAK. Belajar Bareng AKademik. Kita harus mendalami ilmu-ilmu terapan dunia selain ilmu agama. Belajarnya santai tapi serius. Kita dibimbing sama alumni atau bisa kita sendiri yang jadi pembimbingnya.

3. BBAQ. Belajar Bareng Al-Qur’an. Kita juga harus bisa membaca. Karena Allah telah menurunkan ayat: ‘Iqra’, Bacalah! Mari membaca Al-Qur’an, kitab kita! (Jangan dulu baca dan kaji bacaan lain. Baca dan pahamilah pedoman kita dulu yaaa…)

4. RIHLAH. Bagi kalian yang suka jalan-jalan, bertualang dan senang berada di alam bebas, DKM punya kegiatan jalan-jalan yang seru banget! Yup! Jalan-jalan atau biasa kita sebut Rihlah—dalam bahasa arab. Banyak sekali manfaat yang dirasakan dari Rihlah: Rihlah seru. Rihlah menyenangkan. Rihlah mempererat silaturahim. Rihlah membuat kita sadar bersyukur. Rihlah membuat kita mengenal Allah. Ikut Rihlah, yuk! Semangat, yuk!

5. Syiar. Disini kita akan belajar dakwah lewat tulisan, lewat tempelan dan lewat postingan. Yaitu Menerbitkan Buletin, Mading dan meng-Update Blog.

6. Beberes Masjid. Kegiatan ini menurut kasat mata adalah sesuatu yang ringan, sesuatu yang sepele, sesuatu yang biasa. Tetapi, Subhanallah, apabila dikerjakan manfaatnya Luaarrr Biasaaa!

7. Maen Bola. Cool Who nama team kami. C-o-o-l-W-h-o. Qulhu. Al-Ikhlas. DKM Al-Ikhlas (ngerti???).

8. Ngarujak. Untuk Akhwat yang sebentar lagi bakalan jadi calon Ibu. Belajar bikin rujak yang baik yaaa…

Khalifah-khalifah ini terus berdakwah. Khalifah-khalifah ini hadir untuk berjuang. Khalifah-khalifah ini bersatu karena cinta kepada Allah. Khalifah-Khalifah ini bergabung dalam satu wadah. DKM.

Kesan seorang teman berada di DKM:

‘Alhamdulillah… ‘tinggal’ bersama mereka seperti tinggal bersama keluarga kedua. Banyak hal-hal istimewa penuh manfaat yang bisa saya petik melalui orang-orangnya maupun acara/kegiatannya. Pokoknya DKM bukan sekedar organisasi dakwah, tapi jauh lebih besar dari itu. Insya Allah, kami selalu berharap. Hasil dari setiap usaha dan perjuangan kami di dunia ini dapat kami petik di akhirat nanti sebagai amal shalih kami. Amin.’ (Mirajwati Adikusuma XI IPA 4).

>> Masih kurang jelas tentang kegiatan-kegiatan DKM ini? Bagi yang ingin bergabung. Kami buka pintu yang selebar-lebarnya untuk akhi dan ukhti semuanya untuk bergabung di sini.

(Penulis: Siti Jamilah XI IPA 4)

Renungan: Kisah Seekor KupuKupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat ‘Terbang’. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan. Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijaksanaan. Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon Keteguhan Hati. Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi. Kita memohon Cinta. Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika kita tidak memperoleh yang kita inginkan, berarti kita tidak mendapatkan segala yang kita butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita. Kebanyakan kita tidak mengerti, mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.(Dikutip dari http://uland86.wordpress.com/2008/06/18/kisah-seekor-kupu-kupu/)

Games (Asah Otak!)

Di bawah ini terdapat terdapat 30 kata yang dipilih secara acak. Tugas kalian adalah menemukan kegunaan sebuah gantungan baju, yang kegunaannya harus berhubungan dengan masing-masing kata yang ada dalam daftar.

Contoh:

>Bola golf: Gantungan baju dapat dibuat menjadi pengait bola golf yang jatuh ke kolam atau selokan.

atau

>Jam: Dengan menancapkan gantungan baju ke tanah, kita bisa membuat penunjuk waktu dengan menggunakan sinar matahari.

Games ini merupakan Quiz! Jadi barang siapa yang ingin eksis atau ingin dipromosikan ekskulnya, bisa mencoba games ini dan hasil jawabannya bisa dikirim ke e-mail: alikhlas_dkm@yahoo.com atau hubungi: Mila XI IPA 4 dan Hilda XI IPA 1.

Pengirim yang jawabannya paling menarik akan mendapatkan promosi ekskul ‘gratis’ di buletin Al-Banna selanjutnya.

Jadi.. Tunggu apalagi! Selamat mencoba!

1. Kawat gigi 11. Sepatu 21. Bintang

2. Salju 12. Pipa 22. Bola lampu

3. Kunci 13. Kentang 23. Garam

4. Otot 14. Pena 24. Rambut

5. Kerang 15. Tata Surya 25. Komunikasi

6. Musik 16. Pisau 26. Sedotan

7. Kabel 17. Uang 27. Angsa

8. Punggung 18. Jam 28. Ikan

9. Gelas 19. Balon 29. Banteng

10. Bendera 20. Hewan 30. Tas

Eureka! Pembentukan hujan…

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap-tahap ini sudah ada di dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu. “Dialah Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah menempatkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun menghendaki hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS Ar-Ruum [30]: 48)

Nah, sekarang mari kita amati tiga tahap yang disebutkan ayat tersebut.


Tahap ke-1: “Dialah Allah yang mengirimkan angin…”

Gelembung-gelembung udara pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju ke langit. Partikel-partikel yang kaya akan garam ini, diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfer. Partikel-partikel ini—aerosol—membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.


Tahap ke-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah menempatkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

Awan –awan terbentuk dari uap air yang mengembun disekeliling butir-butir garam. Karena air hujan sangat kecil (dengan diameter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu terbentang di langit. Maka, langit akan ditutupi dengan awan-awan.


Tahap ke-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

Partikel-partikel air dan debu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan yang kita kenal saat ini.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang peling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui system dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan komulonimbus adalah sebagai berikut.

· Tahap 1, Pergerakan awan oleh angin; awan-awan dibawa dan ditiup oleh angin.

· Tahap 2, Pembentukan awan yang lebih besar; kemudian awan-awan yang kecil (awan kumulus) yang digerakkan oleh angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

· Tahap 3, Pembentukan awan bertumpang tindih; saat awan-awan kecil saling bertemu, gerakan udara vertical ke atas di dalamnya meningkat. Gerakan udara ini lebih kuat di bagian tengah daripada di bagian tepinya yang menyebabkan gumpalan awan mencapai wilayah-wilayah atmosfer yang bersuhu lebih rendah (dingin). Saat butiran air dan es menjadi berat, mereka mulai dilepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagi hujan.


Kita harus ingat bahwa para ahli hanya baru-baru ini saja mengetahui hal tersebut. Proses terbentuknya hujan masih menjadi misteri bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberi tahu kita informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu melalui Al-Qur’an. Wallahualam bish Shawwab…

(Dikutip dari berbagai sumber)

Pojok Opini

Apa yaaa… yang teman-teman bilang, kalau ditanya tentang hujan?

· Redaksi : Apa pendapat kamu kalau hujan itu nggak ada?

· Ria Siviani XG: Kan tumbuhannya jadi kasian, terutama yang ada dijalan-jalan perkotaan. Nanti kalo kering semua, nggak ada lagi yang bisa ngebuat Bandung teduh.

· Kartika XI A: ga ada hujan = ga ada kehidupan. Soalnya di dunia ini ga terjadi proses pembuatan hujan, spt penguapan dst.. Berarti ada proses yang hilang atau tidak berjalan dengan baik. Sama spt tubuh manusia, kalau ada yang ga berfungsi, akan mempengaruhi yang lainnya.

· Hana XII A: Yah.. kalo ga ada hujan mah ga rame ateu.. ada yang kurang kalo ga ada hujan. Selebat2nya hujan, Sebanjir2nya hujan, Sedingin2nya hujan, pati bakal muncul pelangi kan.

· Redaksi : Lebih seneng ada hujan atau nggak ada hujan?

· Kamila XI A: Mending hujan dong. Aku nggak suka kepanasan. Kalo kedinginan kan bisa pakai jaket. Kalo kepanasan masa harus buka baju? (Nah lho?)

· Hasby. H XI A: Mending nggak hujan, soalnya panas. Kalo panas kan nggak repot kemana-mana.

· Rheza XI A: Mending hujan. Soalnya jadi basah n adem..

Humor sufi

Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”

Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.

“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.
Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, “Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”
Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.

DKM AL-IKHLAS SMAN 2 BDG


EDISI Dzulqa’dah 1429 H/ November 2008

Redaksi Al-Banna

Under Controlled by: DKM Al-Ikhlas SMAN 2 Bandung…

Pimred: Mila… Editor: Hilda, Adi Fadli…

Redaksi: Putri, Hafidza, Ocha, Adiba, Rizal, Kartika, Mirajwati

Al-Banna

SArana Lembaran Berbagi pengetahuAN dan Nasihat

———————————————————————————————————————————————–

Rain…

After the Rain, Rainbow will rise”


“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta dalam berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanaman-nya mengaggumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan di dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (Q.S Al-Hadid: 20)