Pewawancara : “Mari kita berbicara dgn kedua anak pejuang jihadi dan pencapai syuhada Rim Al-Riyashi; Dhoha dan Muhammad. Dhoha, kamu cinta Mama, bukan ? Kemana Mama pergi ?”

Dhoha: “Ke surga.”

Pewawancara: “Apa yg dilakukan Mama ?”

Dhoha: “Ia melakukan syuhada.”

Interviewer: “Mama bunuh Yahudi, khan?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Huh?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama ?”

Muhammad: “Segini … ” (menunjukkan jari2 tangannya)

Interviewer: “Berapa itu ?”

Muhammad: “Lima.”

Interviewer: “Kamu cinta Mama? Kamu kehilangan Mama?

“Dimana Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Di surga.”

Interviewer: “Dhoha, apa yg akan kamu lafalkan utk kami ?”

Dhoha: “Bismillah … ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan, dan kau akan saksikan barisan orang2 masuk agama Allah, lalu rayakan pujaan bagi Tuhanmu dan mintalah pengampunanNya, karena Ia selalu siap utk menunjukkan maaf.'”

Interviewer: “Apa lagi yg akan kau lafalkan ? Kau sudah menyebut surat ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan.’ Nah, apalagi sekarang yg bisa kau lafalkan ?”

Dhoha: “‘Mama Rim.'”

Interviewer: “OK. Bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami. Sajak mana saja. Apa yg kau mau bacakan ?”

“Saya ingin bicara ttg Taman Kanak2”

Interviewer: “Muhammad, kau bisa melafal ?”

Muhammad: “Ya.”

Interviewer: “Ayo dong, lafalkan sesuatu utk kami.”

Dhoha: “Saya baru ingat.”

Muhammad: “Saya berada di TK.”

Interviewer: “Kalian anak2 rajin di TK ?”

Muhammad: “Ya.”

Dhoha: “Saya di TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo ceritakan … kau juga di TK, Dhoha? Di Tk atau di sekolah ?”

Dhoha: “Di TK.”

Interviewer: “Bagus. Kita harus berbicara ttg keluguan anak2 …”

Muhammad: “Saya juga di TK.”

Interviewer: “Ah masa ! Kamu juga di TK ?”

Dhoha: “Saya ingin cerita ttg TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo dong … cerita …. atau bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami …. ayo dong…”

Dhoha: “Rim, kamu bom api.”

Interviewer: “Ayo, teruskan.”

Dhoha: “‘Anak2 dan senapan mesinmu adalah motto-mu.'”

Interviewer: “Muhammad, ayo lanjutkan …”

Muhammad: “Saya di TK.”

Dhoha: “Udah, selesai.”

Interviewer: “OK, kalian mau pergi ke Mama?”

Dhoha: “Ya.”

sumber