Tag Archive: palestina


Mesir blokade Gaza dengan pagar baja

Mesir mulai mengerjakan pembangunan pagar pembatas di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza atau sepanjang 10-11 kilometer. Pagar yang terbuat dari metal dan dibangun setinggi 18 meter dibawah permukaan tanah itu merupakan upaya Mesir untuk memotong jalur terowongan-terowongan bawah tanah yang dibuat warga Gaza. Mesir menuding warga Gaza menggunakan terowongan-terowongan untuk menyelundupkan senjata, selain untuk mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Seperti diketahui, warga Gaza membangun terowongan-terowongan itu kaena Israel masih memblokade mereka dengan menutup perbatasan sehingga warga Gaza terisolasi dan sulit mendapatkan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mesir dibantu oleh para teknisi dari militer Amerika dalam mendisain pagar metal yang dibangun di perbatasan Gaza itu. Pengerjaannya dilakukan secara rahasia, dimana pemerintah Mesir tidak mau memberikan keterangan atau konfirmasi mengenai pembangunan pagar yang targetnya selesai dalam waktu 18 bulan. Laporan BBC menyebutkan bahwa pagar itu terbuat dari baja produksi pabrik di AS, dengan kualitas yang sangat kuat, tidak mudah dipotong, tidak gampang meleleh dan tahan ledakan bom. Sumber-sumber di Mesir mengatakan, pengerjaan pagar pembatas di sisi utara perbatasan Rafah sudah selesai sepanjang 4 kilometer dan kini para pekerja sedangan menyelesaikan pagar di sisi selatan. Meski dirahasiakan, para petani di perbatasan selama beberapa minggu ini banyak yang melihat adanya kesibukan yang lain dari biasanya di dekat perbatasan. Mereka mengatakan, pohon-pohon banyak yang ditebang tapi hanya sedikit dari petani itu yang “paham” bahwa sedang ada pembuatan pagar pembatas di lokasi tersebut. (ln/bbc) http://www.eramuslim.com

Pewawancara : “Mari kita berbicara dgn kedua anak pejuang jihadi dan pencapai syuhada Rim Al-Riyashi; Dhoha dan Muhammad. Dhoha, kamu cinta Mama, bukan ? Kemana Mama pergi ?”

Dhoha: “Ke surga.”

Pewawancara: “Apa yg dilakukan Mama ?”

Dhoha: “Ia melakukan syuhada.”

Interviewer: “Mama bunuh Yahudi, khan?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Huh?”

Interviewer: “Berapa Yahudi yg dibunuh Mama ?”

Muhammad: “Segini … ” (menunjukkan jari2 tangannya)

Interviewer: “Berapa itu ?”

Muhammad: “Lima.”

Interviewer: “Kamu cinta Mama? Kamu kehilangan Mama?

“Dimana Mama, Muhamad?”

Muhammad: “Di surga.”

Interviewer: “Dhoha, apa yg akan kamu lafalkan utk kami ?”

Dhoha: “Bismillah … ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan, dan kau akan saksikan barisan orang2 masuk agama Allah, lalu rayakan pujaan bagi Tuhanmu dan mintalah pengampunanNya, karena Ia selalu siap utk menunjukkan maaf.'”

Interviewer: “Apa lagi yg akan kau lafalkan ? Kau sudah menyebut surat ‘Saat datangnya bantuan Allah dan kemenangan.’ Nah, apalagi sekarang yg bisa kau lafalkan ?”

Dhoha: “‘Mama Rim.'”

Interviewer: “OK. Bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami. Sajak mana saja. Apa yg kau mau bacakan ?”

“Saya ingin bicara ttg Taman Kanak2”

Interviewer: “Muhammad, kau bisa melafal ?”

Muhammad: “Ya.”

Interviewer: “Ayo dong, lafalkan sesuatu utk kami.”

Dhoha: “Saya baru ingat.”

Muhammad: “Saya berada di TK.”

Interviewer: “Kalian anak2 rajin di TK ?”

Muhammad: “Ya.”

Dhoha: “Saya di TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo ceritakan … kau juga di TK, Dhoha? Di Tk atau di sekolah ?”

Dhoha: “Di TK.”

Interviewer: “Bagus. Kita harus berbicara ttg keluguan anak2 …”

Muhammad: “Saya juga di TK.”

Interviewer: “Ah masa ! Kamu juga di TK ?”

Dhoha: “Saya ingin cerita ttg TK, saya ingin cerita.”

Interviewer: “Ayo dong … cerita …. atau bacakan sajak ‘Mama Rim’ utk kami …. ayo dong…”

Dhoha: “Rim, kamu bom api.”

Interviewer: “Ayo, teruskan.”

Dhoha: “‘Anak2 dan senapan mesinmu adalah motto-mu.'”

Interviewer: “Muhammad, ayo lanjutkan …”

Muhammad: “Saya di TK.”

Dhoha: “Udah, selesai.”

Interviewer: “OK, kalian mau pergi ke Mama?”

Dhoha: “Ya.”

sumber