Category: puisi yang puitis


Love Letter

Wanita suci..
Mungkin memang aku tak romantic, tapi siapa peduli
Karena toh kau tak mengenaliku dan memeng tak perlu mengenalku
Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakan dengan bunga bunga terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah mahluk terindah, tersempurna dan tertinggi
Bagiku dirimu adalah saslah satu manusia terindah, tersempurna dan tertinggi, karenanya kau tak membutuhkan persamaan

Wanita suci..
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,
Karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambar dalam tiap dinding kahyalku
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari
Kasihani dirimu jika harus dalam khayalku yang masih penuh lumur, dirimu terlalu suci

Wanita suci.. Baca lebih lanjut

Iklan

Untukmu yang selalu Ku cintai..

Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepada Ku walaupun hanya sepatah kata meminta pendapat Ku. Atau bersyukur kepada Ku atas suatu hak yang indah yang terjadi galam hidupmu hari ini atau kemarin…

Tetapi Aku melihat engkau terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi sekolah…

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapa Ku,, tetapi engkau terlalu sibuk…

Disatu tempat,engkau duduk di sebuah Kursi selama 15 menit tanpa melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.

Aku berfikir engkau akan berbicara kepada Ku, tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi sekolah dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu Aku berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepada Ku ..

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepada Ku, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.

Engkau memandang tiga atau empat meja disekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut nama Ku dengan lembut sebelum menyantap rezki Ku yang Aku berikan,tetapi engkau tidak melakukannya… yah, tidak apa-apa masih ada waktu yang tersisa dan Aku berharap engkau akan berbicara kepada Ku, meski saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV. Aku tidaktahu apa kau suka menonton tv atau tidak, hanya saja kau selalu kesana, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton tv dan menikmati makananmu. Tetapi kembali engkau tidak berbicara kepada Ku

Saat tidut Ku pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tanpa sepatah katapun nama Ku kau sebut. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar telah lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, do’a, pikiran, atau syukur dari hatimu.

Baiklah… engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahwa Aku akan menanti dan hari ini Aku akan memberimu waktu untuk menyapaku…

Tapi yang Ku tunggu… ah tak juga kau menyapa Ku

Shubuh, Dhuhur, ashar, magrib, isya dan shubuh lagi kau masih saja mengacuhkan Ku. Tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a, dan tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepada Ku

Apa salah Ku kepadamu…? Rizki dan kesehatan yang Ku berikan, harta yang Ku relakan, makanan yang Ku hidangkan, anak-anak yang Ku rahmatkan,, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepada Ku???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaku, memohon perlindungan Ku, bersujud menghadap Ku

Yang selalu menyertaimu,

By: Nutrisi jiwa “ditdot”ba.32a@b

Sobat, ketahuilah bagaimana kau dapat hidup bahagia di dunia..

Akankah kebersahajaan membuat semuanya seimbang?

Bukankah kehidupan selalu melalui jembatan yang salah?

Di akhir waktumu kau kan temukan,

Sejenak dalam pikirmu, sejenak dalam hatimu..

Hadirmu kini sungguh berarti..

Di setiap masa, disetiap detak jantungmu, di setiap tarikan nafasmu..

Kau ingat dan peduli dengan itu

Tapi tak cukup kuat untuk tetap menghadirkannya disisimu..

Kau pun terlena oleh waktu..

Hingar bingar diluar, membungkam suara hatimiu untuk bicara..

Tapi kau sudah terlanjur sengsara..

Atas apa yang kau pilih dalam hidupmu..

Alur waktu terus berputar..

Menandakan dirimu untuk tau

Sebentar lagi kau akan berbaring di pembaringan..

Lalu kau mengingat kembali ke masa itu..

Kekosongan yang membuatmu tenang..

Keheningan yang menyegarkan jiwa..

Sudut bibir mu berkerut..

Ku tahu kau tak kuasa untuk menahan tangis..

Pembaringan telah menanti..

Tinggal menunggu malaikat itu merenggut nyawamu..

Ingat tentang Tuhanmu berkata..

Untuk taat dan meninggalkan dunia..

Kau malu! Ku tahu, kau malu!

Kau menbenci dirimu!

Karena kau tak pernah menghadirkan-Nya dalam sisa waktumu..

Kau terlambat!!

Kau menangis.. tersedu.. meminta belas sayang-Nya..

Mengucap kata Laailaahaillallah..

Berulang-ulang.. terus menerus..

Hingga kau lelah dan tidur selamnya..

Di pembaringan terakhirmu..

Created by: Mila ’10

Ketika hati bicara


Gelap hitam pekat
Mendung kian lama kian dekat
rintik-rintik air pun turun cepat
bumi jadi sendu berat
suryapun tenggelam di barat
Panggilan kasih mengalun
Kemarilah kasih
Tinggalkanlah luka laramu
Raihlah damai
dalam cinta Rabbmu

Baca lebih lanjut


Ketika ruang kelas menjadi ladang dosa dan korupsi

Ketika handphone menjadi barang haram

Ketika cara laknat dipraktekkan

Ketika nilai jadi tidak berkah

Ketika ketimpangan nilai antara si Malas dan si Rajin membuat saya kesal

Ketika ketidak-tegasan pengawas terasa memuakkan

Arghhh! zaman apa ini!!!

Kita manusia bermodalkan waktu

Anugerah yang berhentinya tak pernah kita tahu

Kecuali saat itu..

Saat kau meregang nyawa dan membisu

oh,Berapa lama lagikah wahai sang waktu?

Namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyadari sang waktu

Kuselidiki setiap waktu dalam hidupku

Termasuk dalam pencarianku terhadap Rabb-ku

Itulah hal terpenting yang mengusik-usik jiwaku

Hingga tak terasa Rabb-ku telah ada bersamaku

Lihatlah jam tangan atau jam dindingmu

Perhatikan pergerakan detiknya yang berlalu

Oh, dia terus berputar tanpa menyapamu

Detik-detik itu..

Adalah ujian itu..

Adakah di dalamnya kau isi dengan mengingat Tuhanmu?

Adakah di dalamnya kau melakukan aktivitas karena Tuhanmu?

Kalau begitu..Sudah adakah Tuhan di dalam hatimu?

Terasakah Dia terus mengawasimu?

Terasakah dia selalu memperhatikanmu?

Terasakah murka-Nya saat kau berpaling mencari kenikmatan semu?

Terasakah wahai manusia yang mempunyai detik waktu?